Nama Pasteur bagi orang Bandung mungkin lebih dikenal sebagai nama jalan saja. Jalan yang sering macet ketika libur tiba, ketika orang-orang Jakarta rame-rame ke Bandung pake mobil pribadi cuma untuk makan, beli baju di FO, dan lihat-lihat pemandangan Bandung.
Louis Pasteur mungkin lebih dikenal dalam sumbangannya di bidang mikrobiologi ketimbang ilmu kimia. Penemuan-penemuannya di bidang mikrobiologi telah membuatnya terkenal, seperti penjelasannya tentang teknik fermentasi, sterilisasi makanan (pasteurisasi), dan vaksin rabies. Namun, sebenarnya Pasteur memulai karirnya di bidang ilmu kimia. Bahkan, Pasteur memberikan sebuah sumbangan besar di bidang kimia organik mengenai struktur molekul.
Pada tahun 1848, ketika berusia 25 tahun, Pasteur melakukan penemuan penting mengenai adanya dua macam kristal ammonium tartarat dan bahwa kedua macam kristal ini merupakan bayangan cermin satu dari yang lain.
Dengan susah payah Pasteur memisahkan kristal ’kiri’ dan kristal ‘kanan’ dengan menggunakan pinset. Dengan takjub ia jumpai (1) suatu larutan campuran asli kristal-kristal itu tidak memutar bidang polarisasi cahaya; (2) suatu larutan kristal-kristal kiri ternyata memutar bidang polarisasi cahaya; (3) suatu larutan kristal-kristal kanan juga memutar bidang polarisasi cahaya, secara eksak sama besar, tetapi dengan arah yang berlawanan. Rene Vallery-Radot di dalam buku The Life of Pasteur (1902) menyampaikan bahwa ilmuwan muda tersebut sangat gembira dengan penemuannya sehingga ia, ’seperti halnya Archimedes’, bergegas keluar dari laboratoriumnya dan berseru ’Saya berhasil!’ (hlm. 51).
Percobaan kristalografi Pasteur menjadi topik diskusi menarik di antara ahli kimia di Paris, dan berita tersebut dengan cepat didengar oleh Jean Baptise Biot, ahli fisika yang telah membuat penemuan-penemuan penting tentang perputaran sinar terpolarisasi yang dilakukan oleh kristal. Biot bersikap skeptis terhadap penemuan Pasteur. Ia meminta Pasteur mengulangi percobaan tersebut di depannya. Pasteur melakukannya dengan menggunakan larutan-larutan yang dibuat oleh Biot sendiri dan menghasilkan kristal. Ketika melihat kristal bertangan kiri memutar bidang polarisasi ke kiri, Biot tidak melanjutkan pengukuran, tetapi memegang bahu Pasteur muda dab dengan emosi berkata, ”Anakku, saya sangat mencintai ilmu pengetahuan sepanjang hidup saya, dan yang ini sangat menyentuh hati saya” (Vallery-Radot, hlm.54).
Penjelasan mengenai hubungan aktivitas optis dan geometri molekul baru bisa dijelaskan 25 tahun kemudian oleh dua kimiawan muda, Jacobus Van’t Hoff dan Joseph Babel.

Gambar1. Dua bentuk enantiomer asam tartarat.
Perhatikan bahwa, perbedaan struktur geometri molekul tersebut akibat adanya atom karbon kiral(asimetrik), atom karbon yang mengikat empat buah gugus yang berlainan. Molekul kiral tidak dapat diimpitkan pada bayangan cerminnya, molekul ini dan molekul bayingan cerminnya adalah dua senyawa yang berlainan, yang merupakan sepasang stereoisomer yang disebut enantiomer.
Sifat aktif optis dan kiralitas molekul sangat berperan penting dalam aktivitas biologis. (+)-asam askorbat merupakan sebuah vitamin, namun(-)-asam askorbat tidak memiliki aktivitas biologis-bukan sebuah vitamin. (-)-kloromisetin adalah antibiotik kuat, sedangkan (+)-kloromisetin adalah bukan. Contoh tragis pentingnya kiralitas molekul terjadi pada penggunaan obat Thalidomid. Wanita hamil menggunakan obat ini pada tahun 1950-an sebelum para ahli kimia menyadari bahwa bentuk (+) dari molekul obat tersebut aman dan efektif, namun bentuk (-) adalah mutagen aktif (agen yang menyebabkan mutasi biologis). Berbagai senyawa obat-obatan lain memiliki kasus serupa, memiliki sifat aktivitas biologis yang berbeda pada enantiomernya, sehingga harus dipisahkan sedemikian rupa untuk mendapatkan molekul yang diinginkan. Atau mencari jalan sintesis organik yang hanya menghasilkan satu jenis enantiomer. * Monosakarida yang membentuk berbagai jenis karbohidrat semuanya berkonfigurasi-D (deret D). Sedangkan asam-a-amino alam, monomer penyusun protein, termasuk dalam deret L .**
Kelihatan sederhana bukan? Hanya perbedaan struktur molekul kiral pada posisi atom/gugus fungsi di kiri dan di kanan saja. Namun, memiliki fungsi yang vital dalam kehidupan kita.
*Sistem penamaan molekul akibat pemutaran bidang cahaya terpolarisasi dinyatakan dengan (+) dan (-). Dalam literatur lama dinyatakan dengan d(dekstrorotatori) dan l(levorotatory).
** Sebelum adanya penentuan konfigurasi mutlak untuk molekul kiral dengan system (R) dan (S), para ahli kimia zaman dahulu mereka-reka konfigurasi relatif melalui sistem D dan L (jangan dicampuradukkan dengan sistem d dan l pada kalimat sebelumnya). Para ahli kimia menggunakan pengandaian menggunakan molekul (+)-gliseraldehida. Sebuah pengandaian yang mujur, sebab studi difraksi sinar-x oleh J.M Bijvoet pada tahun 1951 menunjukan bahwa pengandaian itu benar, bahwa (+)-gliseraldehida memiliki konfigurasi mutlak gugus-OH pada atom karbon nomer 2 ada di sebelah kanan. Suatu monosakarida merupakan anggota deret-D, jika gugus hidroksi pada karbon kiral terjauh dari karbon nomor 1 terletak di sebelah kanan dalam proyeksi Fisher.